Blog Dakwah & Sosial

Halo, saya Hj. Milasmawati, A.Md.
Pendakwah, Penulis, dan Pelaku Sosial

Mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Asy-Syafi’iyah Jakarta. Saya menulis tentang dakwah, pemberdayaan perempuan, kesehatan masyarakat, dan literasi keislaman.

Hj. Milasmawati, A.Md.
Hj. Milasmawati

Tentang Saya

Pendakwah yang dekat dengan masyarakat

Saya adalah mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Asy-Syafi’iyah Jakarta. Melalui proses akademik tersebut, saya berupaya mengembangkan wawasan keilmuan dalam bidang komunikasi, penyiaran Islam, dan pengembangan dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Di samping menempuh pendidikan formal, saya aktif dalam kegiatan dakwah, membina, dan mendampingi berbagai kelompok masyarakat melalui majelis taklim, komunitas perempuan, serta forum keagamaan. Pendekatan dakwah saya menekankan nilai Islam yang moderat, inklusif, komunikatif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat.

Kiprah saya juga menyentuh pengabdian masyarakat, terutama edukasi kesehatan seperti pencegahan stunting, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), gizi lansia, serta pemberdayaan keluarga. Pengalaman lapangan tersebut menjadi modal penting dalam karya tulis dan gagasan yang menghubungkan dakwah, pendidikan, kesehatan, dan realitas sosial.

Bidang Fokus

  • Dakwah & Komunikasi Islam
  • Pemberdayaan Perempuan
  • Kesehatan Masyarakat & Keluarga

Artikel

Tulisan & gagasan keilmuan

Beberapa tema awal yang dapat dikembangkan menjadi tulisan blog, opini, atau catatan reflektif.

27 Juni 2026

Perayaan Muharram di Sekolah Demak Panen Hujatan

https://www.liputan6.com/regional/read/7935573/perayaan-muharram-di-sekolah-demak-panen-hujatan

Liputan6.com, Demak - Penyelenggaraan Gebyar Muharram ke-16 di kompleks MTs-MA NU Mranggen, Demak Jawa Tengah, menuai respons negatif di kalangan masyarakat.

Pihak sekolah di bawah lembaga pendidikan Ma'arif itu dinilai sembrono karena mengundang grup drum band dari luar sekolah berpakaian minim. Alih-alih mendapat dukungan dan respons positif, pihak sekolah malah mendapat hujatan.

Masyarakat menilai, kostum pemain drumband yang mempertontonkan aurat tidak cocok untuk mengisi acara peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, apalagi di lingkungan sekolah berlabel sekolah Islam.

Usai videonya tersebar dan viral, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf. Pihak lembaga MTs-MA NU Mranggen mengaku menyesal. Selain itu, menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. ‎

Permintaan maaf itu diungkapkan ‎Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir. Ia membenarkan video yang viral itu merupakan agenda yang digelar pada 16 Juni 2026 di sekolah setempat.

Menurut Abdul, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan tiap tahun menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

"Acara tersebut tidak hanya menampilkan parade drumband, tetapi juga diisi berbagai kegiatan keagamaan dan penghargaan bagi siswa berprestasi," ujar Abdul Kodir, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/6/2026). ‎ ‎

Menurut Abdul Kodir, kehadiran grup drumband itu berasal dari kelompok umur di luar sekolah. Pihaknya juga menegaskan bahwa para penampil grup drumband bukan berasal dari siswa MTs NU Mranggen.

‎‎"Tampilan yang viral itu berasal dari grup drumband umum. Bukan dari siswa MTs NU Mranggen maupun peserta pelajar yang mengikuti kegiatan ini," terang Abdul Kodir. ‎

Abdul ‎Kodir mengakui bahwa pihak panitia penyelenggara sebenarnya telah memberikan arahan kepada seluruh peserta agar menjaga etika dan ketertiban.

"Selain itu, menyesuaikan penampilan dengan karakter kegiatan yang berlangsung di lingkungan pendidikan dan keagamaan. Arahan tersebut juga telah disampaikan dalam rapat teknis sebelum acara digelar," papar Abdul Kodir. ‎ ‎

Namun saat hari H penyelenggaraan acara, pihak panitia mengaku tidak menduga akan muncul penampilan grup drumband yang memicu perbincangan publik.

Karena itu, pihak MTs-MA NU Mranggen mengaku siap menerima berbagai masukan yang berkembang usai kejadian tersebut. Pihak sekolah setempat siap melakukan pembenahan pada penyelenggaraan kegiatan berikutnya. ‎ ‎

Pihak Sekolah Minta Maaf

Abdul Kodir memaparkan, Gebyar Muharram tahun ini diikuti 26 grup drum band. Dari jumlah itu, hanya tiga grup yang berasal dari kalangan pelajar, yakni satu grup dari MTs NU Mranggen dan dua grup dari tingkat taman kanak-kanak.

"Untuk peserta selebihnya merupakan grup drum band umum dari berbagai daerah," imbuh Abdul Qodir. ‎ Abdul ‎Kodir menyebut bahwa berkurangnya jumlah peserta drumband dari kalangan pelajar, karena banyak grup drumband sekolah yang saat ini tidak lagi aktif.

Kondisi tersebut membuat panitia penyelenggara Gebyar Muharram ke-16 di MTs-MA NU Mranggen, memberikan porsi lebih besar kepada peserta umum agar kegiatan tetap berjalan meriah.

‎‎"Kami biasanya membagi kuota antara pelajar dan umum. Karena banyak grup pelajar yang vakum, kuota tersebut akhirnya dialihkan kepada peserta umum," tutur Abdul Kodir berdalih. ‎ ‎

Selain parade drumband, rangkaian Gebyar Muharram juga diisi kegiatan mujahadah, wisuda serta pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi.

Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada siswa berprestasi, berupa hadiah sepeda motor bagi siswa yang berhasil menghafal 30 juz Al-Qur'an. ‎

‎Pihak MTs-MA NU Mranggen Demak pun berharap, masyarakat dapat melihat keseluruhan tujuan kegiatan yang berfokus pada syiar Islam. Selain itu, sebagai pembinaan karakter serta pengembangan prestasi siswa.

Meski demikian, imbuh Abdul Kodir tetap menerima masukan dari masyarakat dan menjadi perhatian serius bagi panitia penyelenggara Gebyar 1 Muharam. ‎ ‎

"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang muncul. Kejadian ini menjadi bahan introspeksi agar kegiatan berikutnya dapat berlangsung lebih baik dan sesuai harapan semua pihak," tegas Kodir. ‎ ‎

 

Baca selengkapnya →

27 Juni 2026

Lima dugaan kekerasan seksual di pesantren satu bulan terakhir, dari Pati hingga Pekalongan

https://www.bbc.com/indonesia/articles/cvgzr4j5rx7o.amp

    • Raja Eben Lumbanrau
    • Peranan,Jurnalis BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 10 menit

Setidaknya lima kasus dugaan kekerasan seksual terungkap di lingkungan pondok pesantren di seluruh Indonesia sepanjang Mei 2026 lalu. Para terduga pelaku adalah oknum pengurus yang disebut memiliki "kekuasaan, otoritas dan pengaruh besar" di lingkungan pesantren.

Salah satu kasus yang terungkap di penghujung Mei lalu adalah dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pimpinan pondok pesantren (ponpes) ilegal Padang Ati, Pekalongan, AKF.

Polisi telah menahan dan menetapkan AKF sebagai tersangka berdasarkan laporan dari enam santriwati. Korbannya diduga mencapai puluhan orang.

Rentetan kasus itu menambah panjang praktik kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan.

Sepanjang 2025, Komnas Perempuan mencatat 475 kasus kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan, dengan korban mencapai 972 orang.

Khusus di lingkungan pondok pesantren, Komnas Perempuan menerima laporan 17 kasus sepanjang 2020-2024.

Lalu, mengapa kekerasan seksual rawan terjadi di pesantren dan langkah apa yang harus dilakukan agar pesantren menjadi rumah belajar aman bagi generasi muda?

Bagaimana kronologi kasus dugaan kekerasan seksual di Pekalongan?

Kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes ilegal Padang Ati terungkap setelah seorang santriwati mengaku hamil secara misterius sepulangnya dari mengenyam pendidikan selama tujuh tahun di sana.

Pada Desember 2025, santriwati itu dilaporkan melahirkan seorang anak yang kemudian diadopsi warga di Banjarnegara.

Ayah santriwati itu, Slamet, mengungkapkan anaknya tidak pernah berhubungan badan dengan siapapun.

"Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Kami bingung. Tapi saya meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata," kata Slamet, Senin (25/05).

Pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati, AKF saat diamankan polisi, Rabu (27/05). AKF resmi jadi tersangka kasus percabulan terhadap santrinya.

Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian, dan selama masa kehamilan berlangsung, ia hanya mengalami hal-hal berupa mimpi-mimpi saja," tambah Slamet.

Polisi lalu menelusuri dugaan kejahatan itu usai menerima aduan dari enam korban lain, yang didampingi Ormas Yakuza Meneges. Polisi juga turut menelusuri adanya laporan santri yang meninggal di padepokan itu.

Terduga pelaku AKF kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Kamis (28/05).

Baca selengkapnya →

Portofolio

Dokumentasi karya & kegiatan

Kumpulan aktivitas, kolaborasi, dan dokumentasi program yang dikelola sebagai postingan dengan kategori Portofolio.

23 Juni 2026

Mata Kuliah Entrepreneurship oleh Dr. Nanda Khairiyah, S.IKOM, M.SI

USAHA TAHFIZ ONLINE

“Milskhansa Online” – Mendidik Generasi Cinta Al-Qur’an dari Rumah

Milskhansa Online (Milasmawati dan Khansa)

 

  1. PENDAHULUAN

Di era digital seperti sekarang, akses terhadap pendidikan semakin terbuka lebar, termasuk pendidikan Al-Qur’an. Kebutuhan akan layanan hafalan Qur’an berbasis daring (online) semakin meningkat, terutama bagi masyarakat urban yang memiliki kesibukan tinggi atau tinggal di daerah tanpa akses mudah ke lembaga tahfiz.

Milskhansa Online hadir sebagai solusi bagi para orang tua, remaja, maupun individu dewasa yang ingin mendalami dan menghafal Al-Qur’an dengan sistem fleksibel, interaktif, dan tetap berkualitas.

  1. LATAR BELAKANG

Kecintaan terhadap Al-Qur’an harus dipupuk sejak dini. Namun, keterbatasan waktu, jarak, dan fasilitas membuat banyak orang sulit untuk belajar tahfiz secara konvensional. Pembelajaran daring yang telah berkembang sejak pandemi, menjadi peluang baru untuk menghadirkan pendidikan Qur’an yang lebih inklusif dan mudah dijangkau.

Milskhansa Online ingin menjawab tantangan ini dengan memberikan layanan tahfiz yang profesional, modern, dan tetap mengedepankan nilai-nilai Qur’ani.

  1. VISI DAN MISI

Visi:

Mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia melalui sistem tahfiz berbasis online yang mudah diakses, fleksibel, dan berkualitas.

Misi:

Menyediakan program tahfiz yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta.

Menggunakan platform digital yang interaktif dan user-friendly.

Menghadirkan guru tahfiz bersanad dan berpengalaman.

Memberikan pembinaan akhlak serta motivasi Qur’ani secara konsisten.

Menyediakan sistem monitoring dan pelaporan perkembangan hafalan secara berkala.

 

  1. DESKRIPSI USAHA

Nama Usaha: Milskhansa Online
Bidang: Pendidikan Tahfiz Online
Bentuk Usaha: Edukasi Berbasis Platform Digital

Layanan Utama:

Kelas Tahfiz Anak (usia 5–12 tahun)

Kelas Tahfiz Remaja & Dewasa

Program One-on-One Tahfiz (Privat)

Program Tahsin & Tartil Qur’an

Program Sertifikasi Hafalan (5, 10, 15, 30 Juz)

Kelas Weekend untuk Pekerja/Karyawan

Fasilitas:

Live session Zoom/Google Meet

Grup WhatsApp/Telegram untuk monitoring

Rekaman kelas untuk belajar ulang

Report progres mingguan/bulanan

Sertifikat kelulusan

 

 

  1. TARGET PASAR

Anak-anak usia sekolah

Remaja dan mahasiswa

Orang tua dan masyarakat umum

Pekerja dan profesional yang ingin tetap dekat dengan Qur’an

Komunitas pengajian dan organisasi keagamaan

 

  1. KEUNGGULAN USAHA

Bisa belajar dari rumah (hemat waktu & biaya transportasi)

Kurikulum tahfiz dan tahsin terstruktur

Jadwal fleksibel sesuai kebutuhan peserta

Guru-guru bersanad dan berpengalaman

Biaya lebih terjangkau dibandingkan tahfiz konvensional

Sertifikat tahfiz yang bisa diakui

22 Juni 2026

Mata kuliah Produksi TV dan FLM

 

JUDUL: DUGAAN KERACUNAN MBG

LOC : KABUPATEN SUKAMAJU / JAWA BARAT

 

LEAD//

PULUHAN SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SUKAMAJU / JAWA BARAT / DIDUGA MENGALAMI KERACUNAN MAKANAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS ATAU MBG//

 

------------------------PKG-----------------

 

ISI//

PERISTIWA INI TERJADI PADA SENIN PAGI / SAAT PARA SISWA SELESAI MENYANTAP MENU MAKANAN MBG YANG DIBAGIKAN DI SEKOLAH//

SEJUMLAH SISWA MENGELUHKAN PUSING / MUAL / DAN NYERI PERUT / SEHINGGA HARUS DILARIKAN KE PUSKESMAS TERDEKAT UNTUK MENDAPATKAN PENANGANAN MEDIS//

PIHAK SEKOLAH LANGSUNG MENGHENTIKAN PEMBAGIAN MAKANAN DAN MELAPORKAN KEJADIAN INI KE DINAS TERKAIT//

SEMENTARA ITU / DINAS KESEHATAN DAN DINAS PENDIDIKAN MELAKUKAN PENYELIDIKAN TERHADAP SAMPEL MAKANAN GUNA MENGETAHUI PENYEBAB PASTI KEJADIAN TERSEBUT//

 

-------------------------SOUND BITE-----------------

 

ANI SUSANTI - ORANG TUA SISWA

ANAK SAYA PULANG DALAM KEADAAN PUSING DAN MUNTAH KAMI LANGSUNG PANIK DAN MEMBAWA KE PUSKESMAS

 

PARAGRAF PENGHUBUNG

SEMENTARA ITU PIHAK SEKOLAH MENYATAKAN AKAN BERSIKAP KOOPERATIF DAN MENDUKUNG PROSES PENYELIDIKAN//

 

BUDI HARTONO - KEPALA SEKOLAH

KAMI LANGSUNG BERTINDAK CEPAT MENGAMANKAN MAKANAN DAN MELAPORKAN KE DINAS TERKAIT DEMI KESELAMATAN SISWA

 

PENUTUP//

HINGGA SAAT INI KONDISI PARA SISWA DILAPORKAN SUDAH MULAI MEMBAIK / SEMENTARA PROGRAM MBG DI SEKOLAH TERSEBUT UNTUK SEMENTARA WAKTU DIHENTIKAN SAMPAI HASIL PENYELIDIKAN SELESAI//

 

 

 

 

Kontak

Mari berkolaborasi

Punya ide, atau sekadar ingin menyapa? Saya senang mendengar dari Anda.