Artikel

Tulisan & gagasan keilmuan

Beberapa tema awal yang dapat dikembangkan menjadi tulisan blog, opini, atau catatan reflektif.

27 Juni 2026

Perayaan Muharram di Sekolah Demak Panen Hujatan

https://www.liputan6.com/regional/read/7935573/perayaan-muharram-di-sekolah-demak-panen-hujatan

Liputan6.com, Demak - Penyelenggaraan Gebyar Muharram ke-16 di kompleks MTs-MA NU Mranggen, Demak Jawa Tengah, menuai respons negatif di kalangan masyarakat.

Pihak sekolah di bawah lembaga pendidikan Ma'arif itu dinilai sembrono karena mengundang grup drum band dari luar sekolah berpakaian minim. Alih-alih mendapat dukungan dan respons positif, pihak sekolah malah mendapat hujatan.

Masyarakat menilai, kostum pemain drumband yang mempertontonkan aurat tidak cocok untuk mengisi acara peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, apalagi di lingkungan sekolah berlabel sekolah Islam.

Usai videonya tersebar dan viral, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf. Pihak lembaga MTs-MA NU Mranggen mengaku menyesal. Selain itu, menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. ‎

Permintaan maaf itu diungkapkan ‎Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir. Ia membenarkan video yang viral itu merupakan agenda yang digelar pada 16 Juni 2026 di sekolah setempat.

Menurut Abdul, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan tiap tahun menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

"Acara tersebut tidak hanya menampilkan parade drumband, tetapi juga diisi berbagai kegiatan keagamaan dan penghargaan bagi siswa berprestasi," ujar Abdul Kodir, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/6/2026). ‎ ‎

Menurut Abdul Kodir, kehadiran grup drumband itu berasal dari kelompok umur di luar sekolah. Pihaknya juga menegaskan bahwa para penampil grup drumband bukan berasal dari siswa MTs NU Mranggen.

‎‎"Tampilan yang viral itu berasal dari grup drumband umum. Bukan dari siswa MTs NU Mranggen maupun peserta pelajar yang mengikuti kegiatan ini," terang Abdul Kodir. ‎

Abdul ‎Kodir mengakui bahwa pihak panitia penyelenggara sebenarnya telah memberikan arahan kepada seluruh peserta agar menjaga etika dan ketertiban.

"Selain itu, menyesuaikan penampilan dengan karakter kegiatan yang berlangsung di lingkungan pendidikan dan keagamaan. Arahan tersebut juga telah disampaikan dalam rapat teknis sebelum acara digelar," papar Abdul Kodir. ‎ ‎

Namun saat hari H penyelenggaraan acara, pihak panitia mengaku tidak menduga akan muncul penampilan grup drumband yang memicu perbincangan publik.

Karena itu, pihak MTs-MA NU Mranggen mengaku siap menerima berbagai masukan yang berkembang usai kejadian tersebut. Pihak sekolah setempat siap melakukan pembenahan pada penyelenggaraan kegiatan berikutnya. ‎ ‎

Pihak Sekolah Minta Maaf

Abdul Kodir memaparkan, Gebyar Muharram tahun ini diikuti 26 grup drum band. Dari jumlah itu, hanya tiga grup yang berasal dari kalangan pelajar, yakni satu grup dari MTs NU Mranggen dan dua grup dari tingkat taman kanak-kanak.

"Untuk peserta selebihnya merupakan grup drum band umum dari berbagai daerah," imbuh Abdul Qodir. ‎ Abdul ‎Kodir menyebut bahwa berkurangnya jumlah peserta drumband dari kalangan pelajar, karena banyak grup drumband sekolah yang saat ini tidak lagi aktif.

Kondisi tersebut membuat panitia penyelenggara Gebyar Muharram ke-16 di MTs-MA NU Mranggen, memberikan porsi lebih besar kepada peserta umum agar kegiatan tetap berjalan meriah.

‎‎"Kami biasanya membagi kuota antara pelajar dan umum. Karena banyak grup pelajar yang vakum, kuota tersebut akhirnya dialihkan kepada peserta umum," tutur Abdul Kodir berdalih. ‎ ‎

Selain parade drumband, rangkaian Gebyar Muharram juga diisi kegiatan mujahadah, wisuda serta pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi.

Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada siswa berprestasi, berupa hadiah sepeda motor bagi siswa yang berhasil menghafal 30 juz Al-Qur'an. ‎

‎Pihak MTs-MA NU Mranggen Demak pun berharap, masyarakat dapat melihat keseluruhan tujuan kegiatan yang berfokus pada syiar Islam. Selain itu, sebagai pembinaan karakter serta pengembangan prestasi siswa.

Meski demikian, imbuh Abdul Kodir tetap menerima masukan dari masyarakat dan menjadi perhatian serius bagi panitia penyelenggara Gebyar 1 Muharam. ‎ ‎

"Kami memohon maaf atas kegaduhan yang muncul. Kejadian ini menjadi bahan introspeksi agar kegiatan berikutnya dapat berlangsung lebih baik dan sesuai harapan semua pihak," tegas Kodir. ‎ ‎

 

27 Juni 2026

Lima dugaan kekerasan seksual di pesantren satu bulan terakhir, dari Pati hingga Pekalongan

https://www.bbc.com/indonesia/articles/cvgzr4j5rx7o.amp

    • Raja Eben Lumbanrau
    • Peranan,Jurnalis BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 10 menit

Setidaknya lima kasus dugaan kekerasan seksual terungkap di lingkungan pondok pesantren di seluruh Indonesia sepanjang Mei 2026 lalu. Para terduga pelaku adalah oknum pengurus yang disebut memiliki "kekuasaan, otoritas dan pengaruh besar" di lingkungan pesantren.

Salah satu kasus yang terungkap di penghujung Mei lalu adalah dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pimpinan pondok pesantren (ponpes) ilegal Padang Ati, Pekalongan, AKF.

Polisi telah menahan dan menetapkan AKF sebagai tersangka berdasarkan laporan dari enam santriwati. Korbannya diduga mencapai puluhan orang.

Rentetan kasus itu menambah panjang praktik kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan.

Sepanjang 2025, Komnas Perempuan mencatat 475 kasus kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan, dengan korban mencapai 972 orang.

Khusus di lingkungan pondok pesantren, Komnas Perempuan menerima laporan 17 kasus sepanjang 2020-2024.

Lalu, mengapa kekerasan seksual rawan terjadi di pesantren dan langkah apa yang harus dilakukan agar pesantren menjadi rumah belajar aman bagi generasi muda?

Bagaimana kronologi kasus dugaan kekerasan seksual di Pekalongan?

Kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes ilegal Padang Ati terungkap setelah seorang santriwati mengaku hamil secara misterius sepulangnya dari mengenyam pendidikan selama tujuh tahun di sana.

Pada Desember 2025, santriwati itu dilaporkan melahirkan seorang anak yang kemudian diadopsi warga di Banjarnegara.

Ayah santriwati itu, Slamet, mengungkapkan anaknya tidak pernah berhubungan badan dengan siapapun.

"Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Kami bingung. Tapi saya meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata," kata Slamet, Senin (25/05).

Pimpinan Ponpes Padepokan Padang Ati, AKF saat diamankan polisi, Rabu (27/05). AKF resmi jadi tersangka kasus percabulan terhadap santrinya.

Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian, dan selama masa kehamilan berlangsung, ia hanya mengalami hal-hal berupa mimpi-mimpi saja," tambah Slamet.

Polisi lalu menelusuri dugaan kejahatan itu usai menerima aduan dari enam korban lain, yang didampingi Ormas Yakuza Meneges. Polisi juga turut menelusuri adanya laporan santri yang meninggal di padepokan itu.

Terduga pelaku AKF kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Kamis (28/05).

20 Juni 2026

Buku PERISTIWA ILMIAH YANG TELAH DIJELASKAN DALAM AL-QURAN

Kata Pengantar
سْمِ اهللَِّ الهرحْمَٰنِ الهرحِيمِ
Segala puji bagi Allah جل جلاله, Tuhan semesta alam, yang telah
menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk, cahaya, dan penjelas bagi umat manusia. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, sang pembawa
wahyu dan teladan utama dalam menapaki jalan kebenaran.
Buku ini lahir dari perenungan panjang atas kekayaan makna yang terkandung dalam ayat-ayat kauniyah Al-Qur’an—yakni ayat-ayat yang menjelaskan ciptaan Allah جل جلاله di langit dan
di bumi. Ayat-ayat ini tidak sekadar menjadi informasi, melainkan undangan bagi setiap insan yang berakal untuk berpikir, meneliti, dan menundukkan hati di hadapan kebesaran-Nya.
Ilmu pengetahuan modern, meski dibangun atas observasi dan eksperimen, pada hakikatnya tidak pernah benar-benar bertentangan dengan wahyu yang datang dari Sang Pencipta alam semesta. Justru dalam banyak kasus, sains membuka mata kita terhadap kebenaran-kebenaran Al-Qur’an yang telah tersingkap lebih dari 14 abad lalu.
Namun, buku ini bukanlah tafsir baru, bukan pula usaha untuk “memaksakan” ayat-ayat Allah agar selaras dengan teori-teori mutakhir yang sifatnya nisbi dan dapat berubah. Sebaliknya, buku ini mengajak kita untuk bertadabbur—merenungkan dan memahami makna ayat-ayat tersebut
dengan tetap menjaga adab terhadap Al-Qur’an dan berpegang pada tafsir ulama yang sahih.
Kami menyadari bahwa pendekatan ilmiah terhadap Al-Qur’an adalah ladang yang luas namun rawan disalahpahami. Karena itu, setiap penjelasan dalam buku ini merujuk pada tafsir klasik seperti Al-Muyassar, Ibn Katsir, dan lainnya, disandingkan dengan temuan ilmiah yang telah terbukti secara pasti. Tujuannya adalah memperkaya keyakinan, bukan sekadar memperdebatkan kebenaran.
Kami berharap buku ini dapat menjadi jembatan antara ilmu dan iman, antara akal dan wahyu, serta menjadi sarana dakwah yang menjangkau kalangan ilmiah dan umum. Semoga pembaca mendapatkan manfaat, bertambah keimanannya, dan terdorong untuk lebih mencintai Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup yang paripurna.
Wallāhu al-Muwaffiq ilā aqwamit-tharīq.

20 Juni 2026

Contoh Post

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!