20 Juni 2026
Buku PERISTIWA ILMIAH YANG TELAH DIJELASKAN DALAM AL-QURAN
Kata Pengantar
سْمِ اهللَِّ الهرحْمَٰنِ الهرحِيمِ
Segala puji bagi Allah جل جلاله, Tuhan semesta alam, yang telah
menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk, cahaya, dan penjelas bagi umat manusia. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, sang pembawa
wahyu dan teladan utama dalam menapaki jalan kebenaran.
Buku ini lahir dari perenungan panjang atas kekayaan makna yang terkandung dalam ayat-ayat kauniyah Al-Qur’an—yakni ayat-ayat yang menjelaskan ciptaan Allah جل جلاله di langit dan
di bumi. Ayat-ayat ini tidak sekadar menjadi informasi, melainkan undangan bagi setiap insan yang berakal untuk berpikir, meneliti, dan menundukkan hati di hadapan kebesaran-Nya.
Ilmu pengetahuan modern, meski dibangun atas observasi dan eksperimen, pada hakikatnya tidak pernah benar-benar bertentangan dengan wahyu yang datang dari Sang Pencipta alam semesta. Justru dalam banyak kasus, sains membuka mata kita terhadap kebenaran-kebenaran Al-Qur’an yang telah tersingkap lebih dari 14 abad lalu.
Namun, buku ini bukanlah tafsir baru, bukan pula usaha untuk “memaksakan” ayat-ayat Allah agar selaras dengan teori-teori mutakhir yang sifatnya nisbi dan dapat berubah. Sebaliknya, buku ini mengajak kita untuk bertadabbur—merenungkan dan memahami makna ayat-ayat tersebut
dengan tetap menjaga adab terhadap Al-Qur’an dan berpegang pada tafsir ulama yang sahih.
Kami menyadari bahwa pendekatan ilmiah terhadap Al-Qur’an adalah ladang yang luas namun rawan disalahpahami. Karena itu, setiap penjelasan dalam buku ini merujuk pada tafsir klasik seperti Al-Muyassar, Ibn Katsir, dan lainnya, disandingkan dengan temuan ilmiah yang telah terbukti secara pasti. Tujuannya adalah memperkaya keyakinan, bukan sekadar memperdebatkan kebenaran.
Kami berharap buku ini dapat menjadi jembatan antara ilmu dan iman, antara akal dan wahyu, serta menjadi sarana dakwah yang menjangkau kalangan ilmiah dan umum. Semoga pembaca mendapatkan manfaat, bertambah keimanannya, dan terdorong untuk lebih mencintai Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup yang paripurna.
Wallāhu al-Muwaffiq ilā aqwamit-tharīq.